cara menhitung bunga bank dengan excel ( flate rate)

ika kita akan melakukan pinjaman di bank, kita akan disodori selembar kertas yang berisi tabel yang berisi jumlah pinjaman, masa pinjaman, dan besarnya angsuran yang harus di bayar tiap bulannya. Bahkan kadang kita tidak tahu sistem bunga apa yang diterapkan oleh bank tersebut, pakai bunga efektif ( effective rate ) atau bunga tetap ( flate rate ). Berapa yang harus kita bayar, jika kita menutup angsuran tersebut pada bulan ke – n ? Belum lagi jika kita melakukan perbandingan cicilan pada beberapa bank, misal lebih banyak mana cicilan yang harus kita bayar jika pada bank a menerapkan effektive rate 19 % / tahun dengan bank b yang menerapkan flate rate 12 % / tahun ?

Flate Rate – Bunga Bank dengan Excel

Perhitungan Bunga Bank dengan Excel

Pada flate rate, perhitungan cicilan relatif lebih mudah di banding dengan effective rate. Disini kita hanya melakukan perhitungan :

Cicilan = (pinjaman/jangka waktu dlm bulan) + ( pinjaman / bunga dlm bulan )

misal :

pinjaman (A1) = 10.000.000 (B1)
bunga (A2) = 12 % (B2) / tahun (C2)
Angsuran (A3) = 3 (B3) tahun (C3), maka
Cicilan = (10.000.000/ 3 / 12 ) + ( 10.000.000 * 12% / 12 ) = 377.777,78
Excel cell (B4) =(B1/B3/12)+(B1*B2/12)

Iklan

cara menghitung pajak pph orang pribadi

Berikut ini adalah langkah-langkah dalam melakukan perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) untuk Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri secara umum. Perhitungan ini berguna untuk mengisi SPT Tahunan PPh Orang Pribadi.

Langkah Pertama : Identifikasi Jenis Penghasilan Yang Dikenakan PPh Final.

Penghasilan yang sudah dikenakan Pajak Penghasilan final tidak dihitung lagi PPh nya dalam SPT Tahunan. Demikian juga PPh Final yang sudah dipotong atau dibayar tidak akan dikreditkan dalam SPT Tahunan. Beberapa jenis penghasilan yang dikenakan PPh final di antaranya adalah bunga deposito/tabungan, hadiah undian, laba dari transaksi penjualan tanah/bangunan, dan penghasilan dari transaksi penjaualan saham di bursa efek.
Silahkan baca tulisan saya tentang PPh Final pada link berikut : Pajak Penghasilan Final.

Langkah Kedua : Identifikasi Penghasilan Yang Bukan Objek Pajak

Ada beberapa jenis penghasilan yang bukan merupakan objek pajak berdasarkan Pasal 4 ayat (3) Undang-undang Pajak Penghasilan di antaranya adalah bantuan, sumbangan dan warisan. Penghasilan-penghasilan ini tidak dikenakan Pajak Penghasilan sehingga harus kita keluarkan dari daftar penghasilan yang menjadi dasar perhitungan Pajak Penghasilan.

Langkah Ketiga : Identifikasi Jenis Penghasilan Selain Penghasilan Yang Dikenakan PPh Final dan Penghasilan Yang Bukan Objek Pajak

Penghasilan yang tidak dikenakan PPh Final dan juga yang bukan termasuk penghasilan yang bukan objek pajak inilah yang merupakan dasar kita melakukan perhitungan Pajak Penghasilan dalam satu tahun pajak yang akan dituangkan dalam SPT Tahunan PPh Orang Pribadi.

Langkah Keempat : Identifikasi Jenis Penghasilan Yang Objek Pajak Tidak Final

Setelah kita mendapatkan penghasilan yang merupakan objek pajak tetapi tidak final sebagaimana dalam langkah ketiga, maka selanjutnya kita identifikasikan penghasilan-penghasilan ini ke dalam tiga jenis penghasilan yaitu :

  1. Penghasilan dari Usaha/Pekerjaan Bebas

  2. Penghasilan dari Pekerjaan

  3. Penghasilan Lain-lain

Langkah Kelima : Hitung Penghasilan Neto Masing-masing Jenis Penghasilan

Penghasilan neto tiap-tiap jenis penghasilan dihitung dengan cara penghasilan bruto dikurangi dengan pengurang atau biaya. Masing-masing jenis penghasilan berbeda jenis pengurangnya. Untuk penghasilan dari usaha/pekerjaan bebas, pengurangnya adalah biaya-biaya usaha yang terkait dengan usaha/pekerjaan bebas seperti biaya pegawai, biaya administrasi, biaya pemasaran, biaya penyusutan atau biaya sewa. Perhatikan juga dalam bagian ini biaya yang dapat dibebankan (deductible) dan biaya yang tidak dapat dibebankan (non deductible). Untuk penghasilan dari pekerjaan, pengurangnya adalah iuran pensiun/THT yang berasal dari gaji dan biaya jabatan. Sementara itu penghasilan lain-lain, seperti dividen, komisi atau hadiah pengurangnya adalah biaya yang terkait dengan perolehan penghasilan tersebut.

Langkah Keenam : Jumlahkan Seluruh Penghasilan Neto

Penghasilan neto masing-masing jenis penghasilan kita jumlahkan (termasuk penghasilan istri yang digabung dan penghasilan anak yang belum dewasa).

Langkah Ketujuh : Hitung Penghasilan Kena Pajak

Penghasilan Kena Pajak diperoleh dari total penghasilan neto dikurang dengan zakat atas penghasilan, kompensasi kerugian dan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).

Langkah Kedelapan : Hitung Pajak Penghasilan Terutang

Pajak Penghasilan (PPh) terutang dihitung dengan cara mengalikan Penghasilan Kena Pajak dengan tarif Pasal 17 atau tarif umum. Silahkan baca tulisan saya tentang penghitungan PPh terutang ini untuk memperjelas pemahaman penerapan tarif dan penghitungan PPh terutang.

tips puasa segar dan berstamina

Ramadan memang istimewa. Selain bernilai ibadah, puasa juga bermanfaat menyehatkan badan. Bagaimana menjaga tubuh tetap bugar dan bersemangat selama puasa?

Memasuki pekan ketiga Ramadan, Anda masih tetap semangat berpuasa kan? Saat berpuasa, umumnya memang terjadi perubahan-perubahan. Mulai dari pola dan waktu makan, jam tidur, hingga kebiasaan lainnya seperti berolahraga.

Sari, 30, seorang karyawati PT Telkom Jakarta mengungkapkan, sudah dua minggu ini menghentikan aktivitas senam aerobik yang biasa dilakukannya tiga kali seminggu selepas pulang kantor. “Habis bagaimana lagi, tempat senam saya memang libur kalau bulan puasa,” ujar gadis berjilbab itu.

Hal senada dikemukakan Rani, 27, yang mengaku “kangen” melakukan senam aerobik bersama rekan-rekannya di sebuah pusat kebugaran di kawasan Jakarta Pusat. Berkurangnya jumlah peserta senam secara signifikan saat bulan puasa menjadi pertimbangan diliburkannya aktivitas menyehatkan tersebut.

“Saya sudah terbiasa nge-gym lima kali seminggu. Jadi begitu puasa dan berhenti senam, badan jadi kurang bugar,” sebutnya.
Regional Marketing and Promotion Manager dari Celebrity Fitness, Hendra Nugraha, menyayangkan penghentian total aktivitas berolahraga saat puasa. Menurut dia, kebiasaan berolahraga seharusnya tetap diteruskan dengan mengubah durasi, intensitas, dan volume setiap sesi latihan. Saat berpuasa, proses metabolisme tubuh akan berpengaruh terhadap aktivitas olahraga.

Hal ini disebabkan oleh pengolahan bahan makanan sebagai sumber energi menjadi sedikit berbeda karena perubahan waktu makan.Namun, tak perlu khawatir, tubuh manusia mampu melakukan adaptasi terhadap dirinya sendiri dan lingkungan tergantung pada kebiasaan.

“Pada awal puasa,tubuh mungkin akan terasa lemas apabila digunakan untuk berolahraga, namun pada masa itu tubuh melakukan adaptasi. Setelah melakukan penyesuaian, tubuh akan menjadi terbiasa untuk berolahraga,” beber Hendra.

Saat berpuasa, Anda disarankan berolahraga dengan intensitas rendah, yaitu 60 persen-70 persen dari denyut nadi maksimal. Bagi Anda yang masih punya lemak di perut dan ingin membakarnya, silakan tetap melakukan latihan kardiovaskular (cardiovascular exercise) tapi jangan terlampau keras berlatih.

“Waktu terbaik untuk berolahraga adalah 45-60 menit sebelum berbuka dengan durasi sekitar 30 menit saja. Berolahraga tidak berarti harus pergi ke gym, Anda juga bisa melakukannya di rumah atau kantor,” tandas Hendra.

Pada prinsipnya, olahraga yang dilaksanakan saat berpuasa bertujuan sebagai bentuk penjagaan tubuh agar tetap sehat dan bugar. Artinya, olahraga yang dilakukan harus mampu melancarkan aliran darah dan melenturkan otot-otot. Selain itu, jantung lebih aktif bergiat dan zat asam atau oksigen lebih banyak terhirup sebagai proses metabolisme tubuh.

Olahraga juga membantu menjaga sel-sel tubuh tetap sehat sehingga lebih siap menerima oksigen. Direktur Slim+Health Sports Therapy di RS Mitra Kemayoran dan Mal TamanAnggrek Jakarta, dr Michael Triangto SpKO, mengungkapkan, orang melakukan aktivitas olahraga biasanya dibedakan atas tujuannya.

“Apakah sekadar menjaga kebugaran ataukah memang serius ingin membentuk otot-otot tubuh?” katanya.

Bagi mereka yang melakukan olahraga dengan tujuan menjaga kebugaran semata atau sebagai ajang berkumpul bersama keluarga, Michael menyarankan aktivitas fisik berulang dengan intensitas ringan, namun berdurasi cukup panjang. Sebut saja jalan kaki atau jalan cepat bersama keluarga ataupun bermain bersama anak.

Sementara itu, orang yang terbiasa melakukan aktivitas latihan (exercise) rutin ataupun nge-gym 4- 5 kali seminggu, saat puasa diperlukan latihan yang sifatnya individual.

Perlu diingat juga, jika latihan sama sekali terhenti, maka dalam tempo dua minggu kebugaran bisa menurun hingga 50 persen. Terlebih bagi individu yang melakukan latihan pembentukan otot jika saat puasa berhenti total latihan bisa-bisa otot akan mengendur.

“Jadi, tetap lakukan latihan dengan intensitas lebih ringan, misalnya mengurangi beban atau jumlah repetisi,” saran Michael.

Penuturan Michael diamini Krishnu, 28. Bulan puasa tak menyurutkan semangat pria yang berdomisili di Sudirman Park Jakarta itu untuk tetap menjalani aktivitas latihan yang rutin dilakukan tiga kali seminggu di pusat kebugaran di dekat kantornya.

“Jamnya masih sama, sore hari sekitar jam 4. Atau terkadang selepas salat tarawih sampai jam sepuluh malam,” tutur Manajer Humas Bayer Health Care Indonesia itu.

Cukupi Kebutuhan Cairan

Menjaga kecukupan cairan dalam tubuh merupakan kunci utama puasa yang segar dan berstamina. Hal ini diakui dokter spesialis anak RS Pondok Indah Jakarta, Dr Adi Tagor SpA DPH. Kendati telah memasuki usia 73 tahun, pria yang akrab disapa dokter Tagor ini tetap semangat berpuasa Ramadan. “Kuncinya menjaga cairan tubuh, itu saja,” ucapnya.

Dokter yang juga berpraktik di sebuah klinik di kawasan Prapanca dan Pondok Pinang itu mengingatkan orang yang berpuasa untuk tidak malas minum air saat berbuka hingga imsak tiba. Saat malam hari, umumnya orang cenderung tidak merasa haus karena sistem hormon dan mekanisme nokturnal tubuh telah mengaturnya demikian.

cara membuat opor ayam

Untuk 8 potong:
Kalori per potong: 240

BAHAN:
4 sdm minyak untuk menumis
2 batang Serai, ambil bagian putihnya, memarkan
5 lembar daun jeruk purut
3 lembar daun salam
2 ekor ayam buras, potong masing-masing menjadi 4 bagian
1 1/2 butir kelapa, parut, peras menjadi 250 ml santan kental dan
1 1/2 L santan encer

Bumbu, haluskan:

3 sdt ketumbar butiran, sangrai
1/2 sdt jintan, sangrai
2 sdt merica butiran
6 butir kemiri, goreng
3 cm kencur
3 cm lengkuas
100 g bawang merah
5 siung bawang putih
2 sdt garam
2 sdm gula merah sisir

CARA MEMBUAT:

– Panaskan minyak, tumis bumbu halus, Serai, daun jeruk, dan daun salam. Aduk-aduk hingga harum.
– Masukkan potongan ayam, aduk-aduk hingga ayam kaku.
– Masukkan santan encer, masak terus di atas api sedang hingga mendidih dan ayam empuk.
– Tambahkan santan kental, aduk sesekali sampai mendidih. Kecilkan api, masak hingga santan agak berminyak.
– Angkat, sajikan.Untuk 8 potong:
Kalori per potong: 240

BAHAN:
4 sdm minyak untuk menumis
2 batang Serai, ambil bagian putihnya, memarkan
5 lembar daun jeruk purut
3 lembar daun salam
2 ekor ayam buras, potong masing-masing menjadi 4 bagian
1 1/2 butir kelapa, parut, peras menjadi 250 ml santan kental dan
1 1/2 L santan encer

Bumbu, haluskan:

3 sdt ketumbar butiran, sangrai
1/2 sdt jintan, sangrai
2 sdt merica butiran
6 butir kemiri, goreng
3 cm kencur
3 cm lengkuas
100 g bawang merah
5 siung bawang putih
2 sdt garam
2 sdm gula merah sisir

CARA MEMBUAT:

– Panaskan minyak, tumis bumbu halus, Serai, daun jeruk, dan daun salam. Aduk-aduk hingga harum.
– Masukkan potongan ayam, aduk-aduk hingga ayam kaku.
– Masukkan santan encer, masak terus di atas api sedang hingga mendidih dan ayam empuk.
– Tambahkan santan kental, aduk sesekali sampai mendidih. Kecilkan api, masak hingga santan agak berminyak.
– Angkat, sajikan.

apakah hukum tidur sepanjang hari di bulan puasa?

Barang siapa yang menghabiskan waktu puasanya dengan tidur seharian maka puasanya sah jika dia berniat untuk puasa sebelum terbitnya fajar. Namun dia berdosa karena tidak mengerjakan shalat di waktu-waktunya dan berdosa karena tidak shalat jamaah jika ia memang termasuk orang yang wajib melaksanakan shalat jamaah. Orang tersebut telah meninggalkan dua kewajiban sehingga dosanya sangat besar. Kecuali jika hal tersebut bukan merupakan kebiasaannya dan orang tersebut berniat bangun untuk menegakkan shalat (namun ia ketiduran, pent), ketiduran ini sangat jarang terjadi, maka orang tersebut tidak berdosa.

 

Terkait dengan hal di atas, satu hal yang patut disayangkan, yaitu banyak orang yang biasa untuk bergadang di bulan Ramadhan, ketika mendekati fajar mereka makan sahur kemudian tidur sepanjang hari atau sebagian besarnya. Mereka meninggalkan shalat, padahal shalat lebih ditekankan dan lebih wajib daripada puasa. Bahkan puasa tidak sah bagi orang yang tidak shalat. Tentu, hal ini merupakan perkara yang sangat berbahaya sekali. Oleh sebab itu bergadang yang menyebabkan orang tidak bisa bangun untuk menunaikan shalat adalah bergadang yang hukumnya haram. Lebih-lebih jika bergadang tersebut di isi dengan perbuatan yang sia-sia, main-main atau perbuatan yang haram tentu perkaranya lebih berbahaya lagi. Perbuatan dosa akan lebih besar dosanya dan lebih parah bahayanya ketika dikerjakan di bulan Ramadhan, demikian juga ketika dikerjakan di waktu-waktu atau tempat-tempat yang memiliki keutamaan. [Fatwa Syaikh Shalih Al-Fauzan dari kitab Al Muntaqa Min Fatawa Asy Syaikh al Fauzan]
Dari artikel Fatwa Ramadhan: Tidur Siang Hari di Bulan Ramadhan — Muslim.Or.Id by null

Barang siapa yang menghabiskan waktu puasanya dengan tidur seharian maka puasanya sah jika dia berniat untuk puasa sebelum terbitnya fajar. Namun dia berdosa karena tidak mengerjakan shalat di waktu-waktunya dan berdosa karena tidak shalat jamaah jika ia memang termasuk orang yang wajib melaksanakan shalat jamaah. Orang tersebut telah meninggalkan dua kewajiban sehingga dosanya sangat besar. Kecuali jika hal tersebut bukan merupakan kebiasaannya dan orang tersebut berniat bangun untuk menegakkan shalat (namun ia ketiduran, pent), ketiduran ini sangat jarang terjadi, maka orang tersebut tidak berdosa.

 

Terkait dengan hal di atas, satu hal yang patut disayangkan, yaitu banyak orang yang biasa untuk bergadang di bulan Ramadhan, ketika mendekati fajar mereka makan sahur kemudian tidur sepanjang hari atau sebagian besarnya. Mereka meninggalkan shalat, padahal shalat lebih ditekankan dan lebih wajib daripada puasa. Bahkan puasa tidak sah bagi orang yang tidak shalat. Tentu, hal ini merupakan perkara yang sangat berbahaya sekali. Oleh sebab itu bergadang yang menyebabkan orang tidak bisa bangun untuk menunaikan shalat adalah bergadang yang hukumnya haram. Lebih-lebih jika bergadang tersebut di isi dengan perbuatan yang sia-sia, main-main atau perbuatan yang haram tentu perkaranya lebih berbahaya lagi. Perbuatan dosa akan lebih besar dosanya dan lebih parah bahayanya ketika dikerjakan di bulan Ramadhan, demikian juga ketika dikerjakan di waktu-waktu atau tempat-tempat yang memiliki keutamaan. [Fatwa Syaikh Shalih Al-Fauzan dari kitab Al Muntaqa Min Fatawa Asy Syaikh al Fauzan]

Dari artikel Fatwa Ramadhan: Tidur Siang Hari di Bulan Ramadhan — Muslim.Or.Id by null

  1. Ketupat itu terdiri dari bagian pangkal dan ujung, Gulunglah 3 putaran pada tangan kiri dengan pangkal menjulur keatas.
  2. Gulunglah juga 3 putaran pada tangan kanan dengan pangkal berkebalikan dengan tangan kiri, alias keatas
  3. Anyam secara silang dari tangan kanan ke tangan kiri, dibuat selang seling seperti cara untuk menganyam pada tikar atau kain.
  4. Ada satu helai pada pangkal ditangan kiri yang digunakan untuk kuncian, cukup dianyam hingga penuh.
  5. Selipkan semua janurnya, hingga muncul perintah NEXT, NEXT, NEXT sampe FINISH (kaya nginstal program aja nih)